Tahun 2005 ketika saya sedang berada di Bandung, seorang teman bertanya kepada saya, ”Mengapa kamu tidak mau mengganti operator seluler, nelpon kamu mahal karena roaming?” sebuah pertanyaan yang hingga kini masih belum sanggup terjawab. Bagaimana tidak, nomor simPATI yang selalu saya pakai ini adalah nomor pertama yang saya pakai saat membeli handphone pertama.
Tahun 2000, saya baru dikenalkan dengan dunia telekomunikasi melalui Handphone (HP). Masyarakat di daerah saya tinggal, Sidikalang, ibu kota kabupaten Dairi di Sumatera Utara, ketika diperkenalkan dengan sebuah produk Telkomsel, Katu Halo sebagai operator seluler pertama.
Masih sempat tersenyum mengingat seorang teman memiliki HP berukuran besar. Saking besarnya, 2005 jenis HP itu di ejek sebagai ”ganjal mobil”, namun sebelum mengenal teknologi dan jaringan, saya sempat heran bagaimana sebuah alat seperti itu bisa menjadi alat komunikasi yang hanya bermodal sebuah kartu kecil dengan angka-angka berwarna putih. Itu selalu membuat saya bertanya-tanya betapa canggihnya seluler saat itu.
Sebagai produk pertama seluler, Telkomsel telah memberikan kemudahan terbaik dalam berkomunikasi yang dalam waktu singkat bisa menjangkau daerah terpencil. Hingga tahun 2005, hanya Telkomsel operator satu-satunya yang bisa mengjangkau hampir seluruh daerah di Kabupaten itu. Tidak ada yang tidak mungkin lagi, begitu Telkomsel berhasil menjangkau hampir semua kecamatan, tidak ada lagi pembatas jarak. Hampir disemua kecamatan dan desa tertinggal sudah dibangunkan base transceiver station (BTS).
Komunikasi dengan sanak saudara atau bahkan orang tersayang dalam jarak yang jauh tidak menemui kendala lagi untuk melakukan percakapan (komunikasi). Sebelumnya, masyarakat hanya bergantung pada kurir Pos atau pada tetangga yang memiliki telepon Rumah.
2000 itu, HP masih menjadi barang kebutuhan sekunder karena tergolong barang mewah. Hal ini dikarenakan sebagian orang dari kalangan menengah keatas yang masih bisa memiliki itu. Selain harga HP (besarnya setengah batu bata), harga kartu perdana pada saat itu masih mencapai jutaan rupiah dengan sistem paska bayar. Walau demikian, berselang satu tahun, masyarakat dari berbagai kalangan sudah banyak yang memiliki. Anggapan ini sebenarnya bukan tergantung pada harga, namun karena HP dan seluler menjadi sebuah kebutuhan primer untuk komunikasi, palagi bagi pebisnis. Informasi dapat diterima (melalui Short Message Service atau tenarnya SMS) hanya dalam hitungan detik, sedangkan komunikasi 2 arah (bertelepon) dilakukan hanya bermodal HP dan sebuah kartu seluler.
Ini yang membuat aku tetap bangga akan produk Telkomsel. Masyarakat daerah asalku juga merasakan hal yang sama karena kualitas jaringan dan penggunan yang sangat banyak. Telkomsel telah mampu merubah peradaban masyarakat pedesaan dengan memperkenalkan tekonologi komunikasi.
Perkembangan Telkomsel yang Pesat
Seiring dengan perkembangan inovasi seluler, Telkomsel semakin memperkuat image sebagai operator yang paling banyak diminati. Banyak sudah yang telah dilakukan dan dikembangkan operator ini untuk memanjakan para konsumer.
Kalau dulu, HP yang didukung operator seluler hanya dipakai untuk melakukan perbincangan dan SMS. Seiring perkembangan zaman, produk-produk HP dengan berbagai fitur-fitur canggih. Kebutuhan para konsumer akan fitur canggih ini membuat industri seluler bertransformasi dari menyediakan layanan dasar seperti SMS dan telepon (voice) ke konvergensi teknologi informasi dan komunikasi. Peranti seluler konvergen [bergabung] dengan layanan Internet, video, dan produk digital.
Wajar saja karena pada era konvergensi, semua layanan mulai dari video, game, musik, buku dan lainnya beralih menggunakan teknologi digital dan gaya hidup mobile akan sangat mengandalkan infrastruktur telekomunikasi seluler. Bahkan peranti ponsel juga sudah mampu mendukung layanan perbankan, hingga dompet digital yang siap digunakan untuk bertransaksi bahkan untuk kebutuhan pengambilan tunai
Perubahan seperti ini dianggap sangat berarti bagi para pengguna. Kebutuhan akan informasi, teknologi internet dan fasiltas penunjang lainnya dengan out put yang baik selalu dipenuhi oleh Telkomsel mengingat masyarakat Indonesia yang semakin maju. Bahkan Telkomsel pada segmen musik sudah meluncurkan layanan LangitMusik yaitu layanan toko musik digital bagi pelanggan yang ingin menikmati musik full track berkualitas baik secara mudah.
Pelanggan dapat men-download musik digital langsung di ponsel, di mana proses pengunduhan konten dapat dilakukan melalui akses internet dengan memanfaatkan jaringan 3G/3.5G yang berkecepatan hingga 7,2 megabit per second (mbps) dan 21 mbps. Tidak tanggung-tanggung, operator itu bahkan menyediakan lebih dari 10.000 lagu dalam negeri dari berbagai aliran musik.Aplikasi itu melengkapi serangkaian layanan mobilelifestyle Telkomsel lainnya yaitu BlackBerry, mobile wallet f-Cash, nada sambung pribadi, push email, mobile banking, mobile advertising, dan iPhone di Indonesia.
Semuanya dapat diakses melalui kartu perdana pertama khusus pelanggan data yang paling terjangkau. Perdana Flash Unlimited itu diklaim menyediakan kecepatan akses paling cepat yaitu minimal 384 kilobit persecond itu dibandingkan operator lain di tengah situasi perilaku komunikasi pelanggan yang mulai didominasi penggunaan layanan data saat ini.(Bisnis Indonesia, 29 Mei 2010)
Tahun 2008, dalam melakukan efisiensi listrik, Telkomsel telah berhasil menerapkan inovasi teknologi Hydro Fuel Cell di
Hal ini menjadikan sebuah tantangan tersendiri bagi Telkomsel dalam menghadirkan solusi yang tepat dalam hal penyediaan sarana telekomunikasi beserta appetite supply-nya, sehingga seluruh masyarakat hingga pelosok dapat menikmati sarana komunikasi dan terbebas dari keterisolasian.
Sebelumnya Telkomsel juga telah berhasil mengimplementasikan inovasi telekomunikasi berupa Pico BTS berbasis teknologi GSM around satelit pertama di dunia, sebagai solusi untuk daerah pedesaan, industri terpencil dan jalur laut.
Dengan teknologi ini, tak ada lagi yang akan ketinggalan tekonologi informasi. Bahkan jaringan yang kuat, membuat Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang diminati karena menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. Keinginantahuan masyarakat akan perkembangan tekonologi tidak menjadi hambatan lagi karena fitur HP yang dilengkapi dengan internet akan membantu masyarakat mengakses semua informasi tanpa batas.







